Pemeriksaan Echocardiography untuk Kesehatan Jantung

Jum'at, 29 Juni 2018

Jantung merupakan organ yang tidak pernah berhenti bekerja sedetik pun. Meski begitu, banyak orang yang abai memperhatikan kesehatan jantung sehingga akhirnya kerap menimbulkan masalah pada organ tersebut dan bahkan berujung pada kematian. Untuk itu, sangatlah penting untuk menjaga kesehatan jantung, mulai dari menjaga asupan makan dan aktivitas fisik. Di samping itu, perlu melakukan pemeriksaan medis secara rutin, salah satunya dengan menggunakan echocardiography. Lalu apakah echocardiography tersebut?

Dokter spesialis kardiologi RS Jantung Diagram (Siloam Hospitals Group) dr Sri Diniharini SpJP menjelaskan, echocardiography atau disingkat echo adalah salah satu alat penunjang medis untuk menilai fungsi dan anatomi jantung. Pemeriksaan tersebut menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi dicitrakan ke dalam layar monitor untuk dinilai. Untuk itu, alat tersebut kerap juga disebut USG jantung.

"Pemeriksaan tersebut memberikan gambaran jantung yang sedang berdenyut dan dapat merekam gambar dengan sempurna," ungkap dr Sri Diniharini SpJP pada acara media gathering RSJantung Diagram (Siloam Hospitals Group), Cinere, Depok, Rabu (26/5).

Dokter yang akrab disapa dr Dini ini menjelaskan, organ jantung yang berkonsentrasi terus menerus sebanyak 60-100 kali per menit, memiliki 4 ruang yakni 2 bilik dan 2 serambi. Bilik kiri memompa darah ke seluruh tubuh dan bilik kanan memompa darah ke paru-paru. Kerja jantung sebagai fungsi pompa dipengaruhi oleh tekanan dan volume darah di dalam jantung tersebut.

Alat echocardiography dapat mendeteksi secara lengkap anatomi jantung, tekanan di dalam jantung, dan volume darah secara terperinci. Anatomi jantung adalah 4 katup jantung, yakni katup mitral (katup yang berada di antara bilik dan serambi jantung kiri) katup tricuspid (katup yang berada di antara bilik dan serambi kanan), katup pulmonal, dan katup aorta.

Menurut dr Dini, seseorang membutuhkan pemeriksaan echo jika mengalami gangguan fungsi pompa jantung atau anatomi jantung (katup jantung) berdasarkan keluhan pasien. Misalnya sesak napas, berdebar atau dada, dan berdasarkan pemeriksaan fisik oleh dokter didapat adanya kelainan jantung dan bising jantung.

Tidak hanya itu, alat tersebut juga bisa digunakan untuk mendeteksi dini. Untuk itu, sangat disarankan apabila mereka yang telah menginjak usia 35 tahun melakukan pemeriksaan tersebut. Terlebih bagi mereka yang memiliki faktor risiko terjadinya gangguan jantung. "Apabila sejak dini sudah terdeteksi, pengobatan tentu saja akan lebih terarah dan akurat," jelas dia.

Dr Dini menambahkan, echo dilakukan dengan non-invasif dan sangat mudah dilakukan pada pasien. Dengan menggunakan gel untuk menggerakkan alat yang menyerupai mikrofon yang dinamakan transducer pada daerah dada.

Echo menggunakan teknologi yang sama seperti melihat janin di dalam perut ibu. Tidak ada radiasi yang terjadi pada pemeriksaan USG jantung, sehingga teknologi ini dapat digunakan pada semua orang dari segala usia, termasuk bayi dan ibu hamil.

Oleh karena itu, pemeriksaan echocardiography sangat penting pada kelainan jantung bawaan pada bayi dilakukan sampai dengan remaja untuk mencari kelainan anatomi jantung.

Jantung janin

Dr Dini mengatakan, dengan keahlian khusus, alat echo bisa digunakan untuk mendeteksi kelainan jantung yang terjadi pada janin. Hal itu karena biasanya kelainan jantung pada anak atau disebut dengan penyakit jantung bawaaan (PJB) disebabkan tidak terbentuk secara sempurnanya jantung pada saat proses pembentukannya. Umumnya yang terjadi pada kasus PJB adalah sekat serambi atau bilik yang mengalami kebocoran.

Celakanya, pembentukan jantung yang tidak sempurna tersebut tidak dapat dirasakan oleh sang ibu. Untuk itu, ada baiknya apabila melakukan pemeriksaan echo pada saat ibu hamil menginjak usia kandungan bulan keempat. Selain itu, tambah dia, pemeriksaan echocardiography juga digunakan untuk mengevaluasi pengobatan dan melihat perbaikan kondisi pasien.

Data-data yang diketahui dari pemeriksaan echocardiography punya nilai yang dapat memprediksi kondisi jantung sebelum timbul keluhan yang dirasa oleh pasien, sehingga dokter dapat memberi terapi lebih akurat, khususnya untuk pasien yang sudah terdiagnosa penyakit jantung. "Pemeriksaan echocardiography hampir tidak berisiko dan biaya yang relatif terjangkau. Di RS Jantung Diagram, harga pemerikasan echo mencapai Rp 700 ribu untuk pasien rawat jalan," papar dr Dini.