post image

CEGAH STUNTING DENGAN PROGRAM CERDAS CETING DAN ABCDE

 
Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai (World Health Organization, 2015). Di indonesia berdasarkan Riskesdas 2013 terjadi peningkatan anak stunting dari 36,8 % pada tahun 2010 menjadi 37,2% pada tahun 2013. Selama 20 tahun terakhir penanganan stunting sangat lambat. Secara global, presentasi anak-anak yang terhambat pertumbuhannya menurun hanya 0,6 persen per tahun sejak tahun 1990 (Jurnal kesehatan komunitas, 2015).
 
Stunting atau keterlambatan pertumbuhan merupakan masalah gizi kronis yang sering terjadi pada anak-anak di dunia, termasuk Indonesia. Stunting sendiri, dapat terlihat ketika anak memiliki tinggi badan lebih pendek dari tinggi badan normal yang seharusnya dimiliki oleh anak pada usia yang sama (Kemenkes, 2023). Biasanya stunting mulai terjadi saat anak masih berada dalam kandungan dan terlihat saat mereka memasuki usia dua tahun.

 
Gejala stunting

Menurut Kemenkes, 2023 perkembangan stunting adalah proses yang lambat, kumulatif dan tidak berarti bahwa asupan makanan saat ini tidak memadai. Oleh karena itu, gejala stunting adalah :
  1. Anak berbadan lebih pendek untuk anak usianya
  2. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk anak seusianya
  3. Berat badan rendah untuk anak seusianya
  4. Pertumbuhan tulang tertunda
 
Pencegahan Stunting dengan Program CERDAS CETING
. Cerdas Ceting (Cek Rutin, Dapatkan Gizi Seimbang, Cegah Stunting) diantaranya adalah :
  1. Cek Rutin
            Pemeriksaan rutin ditekankan pada masa kehamilan, ibu perlu melakukan check up ata pemeriksaan rutin untuk memastikan berat dana sesuai dengan usia kehamilan, ibu hamil juga tidak oleh mengalami anemia atau kekurangan darah karena akan mempengaruhi janin dalam kandungan.
  1. Pahami Konsep gizi seimbang dengan pilihan menu beragam
            Pastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup setiap hari, terlebih saat masa kehamilan. Pahami konsep gizi dengan baik dan terapkan dalam pola asuh anak. Upayakan untuk selalu memberi menu makanan yang beragam untuk anak. Jangan lupakan faktor gizi dan nutrisi yang dibutuhkan mereka setiap harinya. Oleh karena itu, upaya gizi nya adalah ATIKA atau ISI PIRINGKU. ATIKA (Ati ayam, Telur, dan Ikan) adalah pengganti nasi yang memiliki fungsi penambah zat besi pada ibu hamil, sedangkan ISI PIRINGKU dulunya disebut dengan nama 4 sehat 5 sempurna, namun dalam perkembangannya secara umum “isi piringku” menggambarkan porsi makanan yang dikonsumsi dalam satu pirngbang terdiri dari 50 persen buah dan sayur dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein.
 
 
Pesan ABCDE bebas stunting menurut kemenkes
  • (A) Aktif minum Tablet Tambah Darah
    • Konsumsi TTD bagi remaja putri 1 tablet seminggu sekali.
    • Konsumsi TTD bagi Ibu hamil 1 tablet setiap hari (minimal 90 tablet selama kehamilan)
  • (B) Bumil teratur periksa kehamilan minimal 6 kali
    • Periksa kehamilan minimal 6 (enam) kali, 2 (dua) kali oleh dokter menggunakan USG
  • (C) Cukupi konsumsi protein hewani
    • Konsumsi protein hewani setiap hari bagi bayi usia di atas 6 bulan
  • (D) Datang ke Posyandu setiap bulan
    • Datang dan lakukan pemantauan pertumbuhan (timbang dan ukur) dan perkembangan, serta imunisasi balita ke posyandu setiap bulan
  • (E) Eksklusif ASI 6 bulan
    • ASI ekslusif selama 6 bulan dilanjutkan hingga usia 2 tahun.
 
“CEGAH STUNTING UNTUK MASA DEPAN ANAK YANG LEBIH BAIK”
 
Sumber data :
 
Himawaty, A. (2020). Pemberdayaan Kader dan Ibu Baduta Untuk Mencegah Stunting Di dddddDesa Pilangsari Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Ikesma, 77.
Nirmalasari, N. O. (2020). Stunting Pada Anak Penyebab dan Faktor Risiko Stunting di Indonesia. Journal For Gender Mainstreaming, 19-20.
RI, P. K. (2018, Juli 23). Isi piringku sekali makan. Retrieved from Kementrian Kesehatan Republik Indonesia: https://.p2ptm.kemkes.go.id/.infographic-p2ptm/obesitas/isi-piringku-sekali-makan
RI, P. K. (2018, Januari 26). Mengenal stunting dan gizi buruk penyebab, gejala, dan mencegah. Retrieved from Kementrian Kesehatan Republik Indonesia: https://.promkes.kemkes.go.id/?p=8486